Peran dan Kontribusi
Tak dapat dipungkiri bahwa faktor kemajuan peradaban dunia sebagai indikasi kemajuan berfikir umat manusia, tak salah apabila disebut bahwa umat manusia dewasa ini telah dihadapkan pada situasi yang serba maju, instant dan pola pemikiran yang kritis. Kemajuan peradaban itu banyak mengakibatkan perubahan di segala aspek kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bernegara maupun berbangsa.
Banyak di antara masyarakat itu menerima perubahan peradaban itu sebagai sesuatu yang lumrah sebagai sebuah proses yang harus dijalani, dimaklumi dan kehadirannya senantiasa menimbulkan berbagai perubahan dalam praktiknya. Sehingga memaksa masyarakat budaya, mau tak mau atau sadar atau tidak sadar diperhadapkan pada situasi yang sulit antara menerima perubahan perdaban itu (karena tidak ingin dianggap kolot) atau menolak perubahan itu kendatipun dianggap primitif, konvensional dan ortodoks. Perselisihan atau tepatnya perbedaan pemikiran seperti itu dapat muncul sebagai reaksi terhadap berbagai tindakan yang bagi sebagian orang bergerak seolah-olah meninggalkan kebudayaannya sedang sebagian orang ingin mempertahankannya sebagai sebuah warisan leluhur bersama (common heritage) yang wajib dijaga dan dilestarikan.
Terbukti secara konkrit teknologi telah menyumbang begitu banyak hal dalam peradaban manusia, berkat teknologi manusia kini mampu menghasilkan cara-cara yang efektif dan efisien didalam menyelesaikan berbagai macam hal dan persoalan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia.
Dalam bidang seni dan budaya pada jaman dahulu, proses pemanggungan untuk seni pertunjukan masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana, misalnya untuk penerangan (lighting) hanya menggunakan obor, atau lampu petromak, tata suara (sound system) seadanya pada umumnya hanya mengandalkan kemampuan olah vocal dari seniman (artist), juga untuk perangkat-perangkat pendukung pertunjukan lainnya seperti promosi dan pengkemasan pertunjukan hanya menggunakan teknologi yang sederhana.
Sangat berbeda dengan konsep pertunjukan pada saat ini dimana peralatan dan perlengkapan pemanggungan mulai dari lighting, sound system, promosi dan pengkemasan pemanggungan sudah sangat modern sehingga proses kreatif pada pra dan pasca produksi pertunjukan menjadi lebih bergairah dan kaya akan inovasi. Dalam beberapa dekade terakhir perkembangan teknologi Multimedia memberikan dampak positif bagi perkembangan seni dan budaya, terlebih dalam hal pengkemasan, promosi dan pemasaran objek wisata, seni dan budaya. Pemanfaatan teknologi multi media dalam pengembangan budaya, pengembangan objek wisata, seni dan budaya menjadi hal penting untuk di lakukan, karena akan mendatangkan banyak manfaat jika memiliki daya tarik serta keistimewaan. Tentunya ini akan mendatangkan keuntungan baik dalam hal ekonomi, sosial maupun bagi seni dan budaya itu sendiri. Dengan datangnya wisatawan karena terpikat oleh daya tarik dan pesona wisata, budaya tentunya juga akan meningkatkan devisa bagi perekonomian wilayah setempat.
Banyak saluran teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi wisata, seni dan budaya, yang tentunya dapat menunjang proses pengkemasan secara eksklusif hingga menarik perhatian wisatawan. Kondisi kemajuan teknologi sangat pesat baik dalam infrastruktur maupun supra struktur teknologi. Kejelian di dalam memilih media teknologi menjadi kunci sukses keberhasilan dalam mempromosikan serta mengembangkan pesona budaya.
Pada dasarnya penerapan teknologi di dalam proses pengembangan budaya memiliki dua arah pengembangan yaitu arah kedalam (inetrnal) dan arah keluar (eksternal). Pengembangan kedalam (internal). Dalam proses ini pengembangan potensi yang dimiliki oleh objek budaya dikemas dan di kembangkan dengan memanfaatkan media teknologi sehingga wujud serta kualitas objek menjadi lebih kompetitif tetapi tidak mengurangi nilai nilai dasar yang terkandung di dalam setiap objek yang di kembangkan. Selanjutnya objek budaya di kemas sedemikian rupa sehingga wujud, bentuk serta kualitasnya berkorelasi dengan lingkungan budaya yang melingkupinya sehingga tercipta iklim dan kondisi yang ”ramah budaya”.
Proses pengembangan terhadap budaya yang berkesinambungan dan terencana tentunya akan menciptakan suasana yang kondusif dalam ruang wisata, seni dan budaya. Pengembangan keluar (eksternal) Pada tahap ini budaya yang telah di kemas sesuai kebutuhan dalam rangka pengembangan potensinya di transformasikan kedalam bentuk-bentuk dan nlai-nilai yang siap untuk di “konsumsi” oleh publik. kemasannya telah dipoles dengan sentuhan etika dan estetika yang mencerminkan karakter dan jati diri dari kebudayaan. Sehingga citra dari karakteristik serta corak budaya dapat tergambar secara symbolik dalam kemasan budaya yang hendak di pasarkan.
Partisipasi masyarakat (Citizen journalism) Dalam era dimana media informasi semakin maju, dan kegiatan masyarakat dalam system informasi digital (blog, social networking, dan lain-lain) semakin padu dan menjadi rutinitas dalam aktivitas sehari-hari, maka ini menjadi peluang dan kesempatan untuk melibatkan komponen masyarakat dalam ruang online untuk turut serta dalam mempromosikan dan mensosialisasikan.
Partisipasi dan peran serta masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata, seni dan budaya tentunya menjadi hal yang harus terus di gugah dan di galakan dalam rangka menyukseskan dan mentransformasikan hasil pengembangannya kedalam medium informasi multimedia yang berbasis web. Pemberdayaan komunitas-komunitas yang tumbuh dan berkembang dalam dunia maya seperti blogger, social network dan lain-lain tentunya akan memberikan kontribusi yang positif dalam rangka mengembangkan potensi yang teritegrasi dan bersifat keterlibatan langsung.
Artikel-artikel serta hasil penelitian terhadap budaya menjadi kebutuhan penting didalam menyusun konsep dan strategi untuk mensosialisasikan hasil pengkemasannya. Serta bisa dijadikan bahan referensi bagi komunitas-komunitas yang konsern terhadap isu-isu seputar wisata, seni dan budaya sehingga hasil dari publikasi pada halaman blog ataupun grup di social networking dapat mencerminkan kualitas dan karakteristik yang ideal serta sesuai dengan target yang telah di susun dalam proses pengkemasan dan pengembangan. Informasi dapat berjalan secara interaktif, dan mampu meningkatkan trafik pengunjung serta ketertarikan dari berbagai kalangan dan pihak dari luar kebudayaan.
Partisipasi dan respon positif masyarakat dalam menyikapi hal ini sangat penting, Karena hal ini tidak hanya melahirkan sisi positif namun sebaliknya sisi negative dari perkembangan teknologi komunikasi ini siap meghadang bangsa ini disetiap waktu. Pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap eksistensi budaya bahwa dengan semakin berkembangnya pesatnya teknologi informasi serta komunikasi maka masuknya budaya Barat semakin tidak bisa dibendung lagi. Jalan utama masuknya budaya barat ini adalah terjadinya globalisasi dan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi yang sangat pesat sehingga perpindahan informasi dari individu satu ke individu yang lain atau negara satu ke negara yang lain semakin cepat.
Di negara Indonesia sendiri pengguna internet semakin hari semakin meningkat, ini berarti akses informasi dan komunikasi yang dilakukan setiap hari atau bahkan setiap menit juga akan meningkat sehingga budaya barat akan semakin leluasa masuk kedalam pemuda kita. Efek yang ditimbulkan dari perkembangan akses informasi dan komunikasi adalah terjadinya ‘Globalisasi Budaya’ dimana budaya dari setiap negara akan melebur menjadi satu yaitu budaya global dengan poros utama adalah budaya dari Negara paling maju sehingga menjadi acuan bagi negara lain. Selain itu, saat terjadi ‘Globalisasi Budaya’, maka juga diikuti juga dengan hilangnya batas serta legitimasi sebuah wilayah atau negara melalui sebuah ideologi yang bernama “kemajuan”
Maka dari itu perlu merancang simbol-simbol, idiom-idiom budaya dan tipografi yang ideal untuk diterapkan dalam konsep desain web yang berhubungan dengan pengembangan budaya yang sesuai dengan tradisi budaya dan agama, bangsa dan negara. Dengan memperhatikan detail terhadap simbol dan idiom-idiom budaya lokal yang telah menjadi landasan dasar kebudadayaan. Konsep rancangan tipografi ini harus menjadi landasan dasar didalam mengembangkan dan mencitrakan potensi budaya yang utuh dan komprehensif.